Kenapa kita perlu pindah ke kamera mirrorless di tahun 2022

Updated: Feb 7

Pertama aku perlu disclaimer dulu, dengan menulis artikel ini bukan berarti DSLR itu kamera yang jelek, bahkan sampai sekarang aku masih menggunakan DSLR (5D mark iv) sebagai kamera utama yang mungkin akan masih aku pakai hingga 4 tahun'an kedepan lagi (kalau ga rusak).


Seperti yang kita tau, di tahun 2020-2022 manufaktur kamera mulai perlahan-lahan tidak meneruskan lagi lini DSLR mereka (disini ak bicara kamera canon dan nikon). Canon baru2 ini menejelaskan kalau 1DxIII adalah DSLR flagship terakhir mereka, dan nikon pun sekarang mendevelop seri Z semua dan sudah tidak meneruskan seri DSLR mereka lagi.


Dilihat dari sudut pandang bisnis pun, kamera DSLR sudah tidak menguntungkan lagi karena sudah tidak terlalu diminati masyarakat.


Image from petapixel

Dilihat dari data tersebut, value DSLR terus turun sedangkan mirrorless terus meningkat. dan penjualan DSLR pun sudah dikalahkan oleh mirrorless pada tahun 2019 pertengahan.


Okay, tapi kita tidak usah melihat data, karena data cumalah sebuah angka. Pada kenyataan lapangan, sekarang aku sendiri sudah jarang menemukan fotografer terutama amatir yang menggunakan DSLR lagi. Beberapa dari mereka yang menggunakan mirrorless biasanya mereka yang membeli kamera di tahun 2016 keatas. Sedangkan mereka yang sudah terlanjur invest di DSLR system, tidak mudah untuk berpindah ke mirrorless, karena harus menjual 3,4,5 lensa atau mungkin lebih aksesoris dan lensa yang sudah kompatible dengan kamera mereka. Saya termasuk salah satunya dalam hal ini. Secara teknologi, mirrorless memang jauh lebih maju karena kempampuan "direct sensor readout" nya jika dibandingkan dengan DSLR. Hal ini dikarenakan perkembangan chip juga. Tapi hal ini akan aku bahas di lain kesempatan ya. Sekarang aku akan mulai kenapa di tahun 2022 ini kalian harus membeli kamera mirrorless.

  1. Investment Untuk hobbyist mungkin tidak terlalu penting mirrorless atau DSLR. Jika kalian ingin memiliki nafas yang panjang hingga 10 tahun kedepan, mirrorless saat ini adalah pilihan terbaik. Manufakturpun sekarang mulai sudah menghentikan development DSLR karena memang DSLR sudah mencapai puncaknya dan mature. Secara harga, rata2 kamera mirrorless masih lebih tinggi memang dari DSLR dikarenakan supply yang terbatas dan demand yang cukup banyak juga. Selain itu teknologi dan patent2 yang digunakan pun lebih mahal jika dibandingkan DSLR yang sudah settle. Tapi sebagai investasi, aku rasa di tahun 2022 ini masih cukup worth jika memang akan digunakan secara lama. Memiliki ekosistem pilihan kalian, baik itu sony, canon, nikon, atau brand lain tidak menjadi masalah karena itu tergantung preferensi personal kalian. Kalau bagiku sendiri karena sudah lama bertahan di ekosistem canon, aku percaya dengan teknologi dan development yang mereka lakukan diabndingkan dengan brand lainnya. Bersiap membeli lensa2 mirrorless juga menjadi sebuah investasi dan bisnis 10 tahun lebih kedepannya lagi hingga dikembangkan sistem yang lebih advance lagi dari MILC (mirrorless interchangeable lens).

  2. Kemudahan menggunakan Tidak bisa dipungkiri teknologi membantu kita untuk menghasilkan foto yang baik. System autofocus yang makin akurat, metering yang makin baik, HDR & Stacking yang sudah terintegrasi di dalam software mirrorless memungkinkan semua hal itu, meskipun menurutku sendiri memang membuat orang jadi malas untuk belajar fotografi lagi, dan menyerahkan semuanya ke dalam proses kamera. Selain itu konektivitas juga menjadi aspek yang penting di jaman sekarang. Hampir semua kamera mirrorless sekarang sudah memiliki konektifitas bluetooth dan wifi yang memudahkan kita juga untuk memindahkan data secara cepat. Ditambah beberapa fitur dari kamera mirrorless yang memungkinkan kita untuk mencharge battere dengan tinggal mencolok kabel ke kamera juga. Bayangkan coba fotografer sekarang dikasi Optical ViewFinder yang tidak mempunyai exposure simulation dan autofocus, mereka harus mengandalkan light metering yang ada di kamera, manual focus selection, dsb. Aku 90% percaya hasil foto mereka pasti akan berantakan. Hahahaha..

  3. Video kapabilitas Jika kalian adalah seorang videografer, atau konten kreator yang bergerak di bidang video, kamera mirrorless adalah sebuah "keharusan" menurutku. Tidak ada alasan untuk menggunakan kamera DSLR untuk video lagi. Kamera mirrorless karena mempunyai sensor readout yang canggih, maka pemrosesan gambar di dalam video pun makin canggih. Dengan codex2 yang digunakan juga oleh para professional dan kemampuan mirrorless yang saat ini sudah mencapai ke 8K tidak bisa pungkiri lagi meskipun 8K itu di saat ini masih cuma sebuah gimmick marketing aja sih menurutku. Selain itu fitur seperti IBIS juga sangat membantu.

Lalu kenapa aku masih menggunakan kamera DSLR hingga sekarang?



5D mark iv + 70-200 F2.8 IS II L full size

100% crop & 400% crop

perlu di note, kamera DSLR yang aku gunakan sekarang adalah 5D mark IV yang bisa dibilang itu pinnacle/puncak dari DSLR itu sendiri (setingkat dibawah 1Dx mark iii). dan kamera ini bisa dibilang juga hybrid antara DSLR dan mirrorless karena memiliki kemampuan sensor readout yang cukup mumpuni untuk kebutuhanku sehari2 dan pekerjaan ditambah megapixel yang besar juga.


Secara kualitas foto pun menurutku kemampuan kamera sekarang masih jauh diatas rata2, apalagi jika dibandingkan dengan kamera mirrorless entry dan mid level. Bisa dilihat dari 2 gambar diatas. Meskipun menggunakan 400% crop, hasilnya masih sangat bagus dengan detail yang tidak hilang. Selain itu alasan lain yang lebih kuat adalah karena aku sudah invest ke DSLR system. lensa 16-35, 24-35, 50, 70-200 semuanya adalah lensa DSLR ku yang tentunya jika dijual valuenya turun banyak, meskipun secara hasil dan performa masih 11-12 dengan lensa flagship dari mirrorless. Di sisi lain untuk kedepannya aku tidak akan invest di DSLR ekosistem lagi melainkan perlahan2 mulai beralih ke mirrorless system.


Sisi lain lagi, kamera DSLR itu "built like a tank" dan tidak mudah rusak jika dibandingkan dengan kebanyakan dari mirrorless sekarang yang systemnya sudah elektronic semua. Jika dianalogikan, mungkin mirrorless itu mobil elektrik/matic, sedangkan DSLR itu mobil bensin/manual (dan kamera film itu mobil2 retro yang belum pakai elektronik sama sekali). hahaha..


Di artikel selanjutnya, aku akan membahas tentang kenapa kamera DSLR masih worth untuk dibeli di tahun 2022.



9 views0 comments