top of page

USB-C itu Membingungkan


Sebuah keresahanku yang sudah beberapa tahun belakangan kupikirkan.

Sebelumnya, kalian setuju ga sama USB-C itu harus di semua device?


Aku pribadi : setuju dan tidak setuju


Kok jawabannnya ambigu? Nah aku mau coba jelaskan..


Flashback sedikit, USB adalah singkatan dari Universal Serial Bus. Yaitu sebuah konektor universal, yang didalamnya ada beberapa macam pin kalau kalian lihat dari dekat.


Sebelumnya kalian harus bisa membedakan antara protokol dan interface terlebih dahulu. Secara awam, protokol bisa dipahami dengan system yang ada di perangkat elektornik, bagaimana mereka menhantarkan daya dan data antar 2 device atau lebih. Dalam USB, protokol ini ditandai dengan nama USB 1, USB 2. USB 3, USB 4, Thunderbolt, dsb. Semakin modern protokol yang digunakan, bisa menghantarkan daya dan data yang lebih besar dan banyak.


Contohnya kalau untuk kemampuan daya, usb 1 dan 2 itu hanya bisa menghantarakan daya 2.5 watt saja, usb 3 bisa menghantarakan 4.5 watt, sedangkan USB 4 bisa menghantarkan daya 100 watt bahkan hingga 240 watt untuk saat ini dengan menggunakan interface USB-C. Sedangkan untuk kemampuan data, USB 1 bisa menghantarakan data 12 Mbps, USB 2 hingga 480 Mbps, USB 3 hingga 20.000 Mbps, dandan USB 4 hingga 40.000 Mbps untuk saat ini.


Sedangkan untuk Interface itu berarti konektor / head / colokan nya yang digunakan. Ada beberapa macam konektor seperti USB-A, USB-B, USB-C, Mircro USB, Mini USB dan masih banyak lagi. Dan sesuai topik, Yang akan kubahas kali ini adalah khusus interface USB-C.


Banyak anggapan yang salah di masyarakat, kalau gadget yang terkini menggunakan USB-C sudah pasti paling the best, paling bagus dan paling cepat. Nah, USB-C ini agak tricky disini, karena di dalam USB-C ini, belum tentu protokolnya menggunakan USB 3, atau thunderbolt. Bisa saja usb 2, atau bahkan usb 1 untuk speednya.


Contohnya, Kabel charger bawaan mac dan iphone yang aku punya, itu bisa untuk ngecharge super cepat dan memiliki kualitas bagus, tetapi hanya menggunakan USB 2 saja, jadi jika dicolok ke ssd external untuk transfer data, akan menjadi sangat lambat. Ada juga kabel yang aku dapat dari hasil beli monitor, itu kalau aku pakai untuk data, hanya bisa mendapatkan speed USB 3.1 5Gbps saja. Sedangkan aku juga punya kabel lainnya lagi yang usbc-usbc tapi bisa untuk data hingga usb 3.2 10Gbps & bisa untuk monitor juga.


Di sisi lain, aku juga punya kipas external ini yang bisa di charge. Dan anehnya, kipas ini hanya bisa di charge menggunakan kabel USB-A to USB-C saja, tidak bisa menggunakan kabel USB-C to C. Kebingungan ini belum ditambah dengan protokol thunderbolt 3 dan thunderbolt 4 yang menggunakan USB-C juga, USB 4 yang menggunakan USBC, dan masih banyak lagi device2 kedepannya yang menggunakan USB-C lagi.


Analogi, mungkin mirip kalau aku pakai perbandingan kabel LAN. Yang biasa untuk internet, atau network di rumah dan kantor kalian. Meski bentuk kepala nya sama yaitu menggunakan RJ45 (ibarat sama2 usbc), tapi di dalam RJ45 tersebut protolnya macam2, ada yang spesifikasinya CAT5, CAT6, CAT8, bahkan ada yang bisa mengantarkan daya juga menggunakan protokol POE (power over ethernet), dan masih banyak lagi kegunaannya.


Atau contoh analogi lainnya lagi yang lebih simple yaitu mobil, meski sama2 mobil (alias kendaraan beroda 4), tapi di dalam mobil tsb ada yang mesinnya cuma 900cc, ada yang 2000cc, ada yang 4000cc, ada yang ada turbonya, ada VVTI nya, ada mesin V6, V8, ada yang elektrik bahkan.


Nah, kalau dilihat dari jumlah pin’nya saja, untuk USB konvensional : untuk usb 1 dan 2 itu punya 4 pin didalamnya, yang di pin tersebut ada yang tugasnya menghantarkan daya voltase, grounding, dan ada yang menghantarkan data. Sedangkan untuk usb 3 ada 9 pin didalam, dan usb 4 menggunakan 12 pin. Semakin banyak pin yang ada di dalamnya, berarti makin banyak jenis daya dan data yang bisa dihantarkan oleh USB tersebut.


Kebingungan diatas itu makin rumit karena selain bisa menggantikan kabel data dan power, juga bisa menggantikan beberapa kabel lain seperti jack audio, HDMI, LAN, dll dengan interface USB-C.


___


Jadi apa solusinya?


Di jaman dahulu, ketika semua interface berbeda2 mulai dari charger, kabel data, kabel audio, kabel display/hdmi, kabel LAN, aku harus membawa banyak sekali jenis charger. Dan aku sangat setuju kalau hal ini sangat merepotkan. Dengan adanya USB-C membuat hidup menjadi lebih simple karena kita cukup membawa kabel USBC to C dan kepala charger / Adapter saja. Tapi disinilah letak permasalahnnya.


Aku punya banyak kabel USB-C, mulai dari dapat ketika beli laptop, hp, mouse, layar, kamera, drone, powerbank, playstation, SSD, dll yang notabene semuanya menggunakan USB-C dan semua itu berserakan tetapi aku tidak ingat spesifikasi masing-masing dari kabel USB-C tersebut. sehingga jika suatu saat membutuhkan kabel atau aku meminjamkan device ke orang lain, aku harus coba-coba terlebih dahulu, dan kemungkinan besar juga sudah tidak ingat lagi.


Atau jika misalkan aku kehilangan salah satu kabel, atau kabelnya rusak, aku pasti akan kesulitan mencari di marketplace untuk specs kabel yang sama dan kompatible dengan device yang aku butuhkan. Sebenarnya bisa saja, yang penting aku membeli kabel thunderbolt untuk semua kepentingan, tapi harganya akan menjadi mahal dan terlalu overkill kabel thunderbolt jika misalkan hanya digunakan untuk charge saja.


Saat ini, jika misalkan kita ke marketplace aja untuk beli kabel USB-C, kita akan disuguhkan dengan ribuan jenis kabel usb-c dengan spek yang beragam dan harga dari yang cuma ribuan hingga jutaan.


Menurutku sebaiknya manufaktur, terutama kabel USB-C itu menyertakan spesifikasi di kabel itu sendiri, setidaknya ada tulisan di cable nya (thunderbolt biasa sudah melalukan itu dengan memberikan logo thunderbolt dan ada angka 3 atau 4 dibawahnya), atau ada penanda di kabelnya entah dengan menggunakan color code, atau ada tempelan stiker atau printed sehingga tidak bingung.


Setidaknya ditulis jelas untuk protokol dan kecepatan maksimal yang didukung, apakah bisa mendukung screen sampai resolusi berapakah? lalu powernya yang bisa dihantarkan maksimal berapa watt kah? semua hal2 diatas perlu ditulis di kabel tersebut.


___


Kesimpulannya, kabel atau interface USB-C memang membuat kita menjadi tidak ribet. Mau charge, pake kabel usbc, mau colok ke monitor, kabel usbc, mau colok mic pake kabel usbc, colok hdd/ssd pake usbc, charger aksesoris, semua pakai usbc. dan masih banyak lagi. Mungkin juga kedepannya kita bakal bisa charge mobil listrik kita hanya pake USBC kan?


Teliti sebelum membeli sangat penting sebelum membeli kabel usb-c yang cocok untuk device kalian, sesuai dengan kebutuhan (tidak berlebih / kurang). Jika kalian sudah membeli kabel mungkin ada baiknya kalian menandai kabel tsb supaya tidak rumit kedepannya, atau jika kalian membutuhkan kabel khusus, mungkin bisa membeli di official service centernya, kalau mau aman dan tidak ribet.

1 view0 comments

Recent Posts

See All

Σχόλια


bottom of page