top of page

Perang Dunia ke 3



Topik yang lagi hot belakangan ini, karena ketegangan antara negara2 di timur tengah dan sekutunya. Banyak sekali teori-teori mengenai perang dunia 3 ini sendiri. Sebenarnya tidak ada bedanya dengan resesi ekonomi yang sering terjadi, di kasus perang dunia ke 3 ini. Setiap ada konflik, selalu banyak orang berpandangan “akan terjadi perang dunia ke 3”, ketika ada gejolak ekonomi yang cukup besar, semua orang berpandangan “akan terjadi resesi ekonomi global”.


Yang jika kita lihat jangka menengah dan panjangnya, apa iya beneran terjadi?


Untuk pandangan tentang kapan perang dunia ke 3 akan terjadi, sejak dahulu sudah ada. aku kutip dari wikipedia, ada :

_Korean War: 25 June 1950 – 27 July 1953

_Berlin Crisis: 4 June – 9 November 1961

_Cuban Missile Crisis: 15–29 October 1962

_Sino-Soviet border conflicts: 2 March – 11 September 1969

_Yom Kippur War superpower tensions: 6–25 October 1973

_NORAD computer error of 1979: 9 November 1979

_ Soviet radar malfunction: 26 September 1983

_Able Archer 83 escalations: 2–11 November 1983

_Norwegian rocket incident: 25 January 1995

_Incident at Pristina airport: 12 June 1999

_Shootdown of Sukhoi bomber: 24 November 2015

_Russian invasion of Ukraine: 24 February 2022 – present


Sebenarnya apa sih kategori yang dimasukkan ke dalam perang dunia ke 3 ini? Siapa yang berhak menetapkan perang dimulai dan selesai? Di domain mana perang dunia ke 3 berlangsung? apakah jika perang nya terjadi di internet, seperti cold war pada jaman dahulu, termasuk perang dunia ke 3?


Ada sebuah quote juga, aku lupa dari mana, yang mengatakan kalau “Aku tidak tahu perang dunia ke 3 terjadinya kapan, tapi aku bisa pastikan perang dunia ke 4 kita menggunakan tongkat dan batu”


Di sisi lain ada yang mengatakan kalau perang dunia ke 3 akan menjadi sangat devastating, dan merupakan perang nuklir. Karena seperti yang kita ketahui saat ini masih ada puluhan ribu hulu ledak nuklir nonaktif yang dimiliki oleh negara2 adidaya pada saat ini yang bisa menjadi senjata kapanpun. Berikut kutipannya dari wikipedia;


"From a high of 70,300 active weapons in 1986, as of 2024 there are approximately 3,880 active nuclear warheads and 12,119 total nuclear warheads in the world. Many of the decommissioned weapons were simply stored or partially dismantled, not destroyed"


Ada juga yang bilang kalau perang dunia ke 3 itu terjadi bukan dengan rudal/perang fisik, tetapi terjadi di dunia maya, alias perang cyber, seperti banyak yang kita ketahui kalau kasus hacking terhadap goverment, sering sekali terjadi khususnya untuk hacker2 dari korea utara dan russia yang cukup terkenal. Apakah hal tersebut bisa didefinisikan perang dunia ke 3? Sebuah disclaimer, ini hanya pandangan pribadi, dan aku tentunya bukan orang yang berkompeten untuk mendefiniskan perang dunia ke 3 ini, aku hanya membaca dari beberapa referensi dan video2 tentang pendapat orang lain.


Tapi menurutku, sebenarnya siapapun boleh mendefinisikan perang dunia ke 3 dalam bentuk apapun. Bahkan kalau kalian mau berteori perang dunia 3 hanya akan terjadi di dunia virtual pun tidak ada salahnya kan?


Atau sebenarnya tidak ada definisi kapan start dan mulai, karena secara nature nya, perang saat ini tidak terjadi begitu saja, tetapi melalui proses micro war, seperti konflik US-CHINA, RUSIA-UKRAINE, ISRAEL-PALESTINE, dll lagi sudah dikategorikan perang dunia ke 3 ?


Secara umum, perang dunia mungkin bisa dibilang perang dunia kalau negara yang ikutan perang itu sudah banyak dan merupakan alliansi. Misalkan pada perang dunia 1, adalah perang antara Alliansi dan Central power. Dan perang dunia 2 terjadi antara Allies dan Axis.


Tentunya yang bisa menentukan hal itu menurutku hanyalah siapapun pemenang dan tergantung penulisnya sendiri. Karena sejarah ditulis oleh pemenang. Tetapi di sisi lain perang itu tidak melulu hanya menang dan kalah seperti pertandingan olahraga. Perang itu sangat kompleks karena sudah menyangkut ranah geopolitik dan geoekonomi juga. Belajar dari banyaknya teori-teori tentang perang dunia 3 ini, membuatku menjadi skeptis dengan semua hal yang mengatakan hal tersebut. Sama seperti issue global warming, plastik, dll yang biasanya issue tersebut hanya akan naik ketika ada kepentingan dibelakangnya.


Lalu bagaimana aku menyikapi ini ?


Let it be aja sih, sedikit banyak aku berpikiran stoik karena menurutku itu yang terbaik untuk saat ini, ketika aku hanya seorang pribadi yang kecil. Bukannya seorang pejabat publik dan bukan seorang pengusaha besar yang bisa menyetir kemana arah kedepannya.


Menurutku perang dan konflik itu adalah DNA dari manusia. Sebuah resiko yang wajib diambil ketika manusia diberikan akal budi oleh sang Maha Pencipta. Ketika setiap manusia bertindak berdasarkan akal budinya masing-masing, ketika ada 5 milyar manusia di muka bumi ini dan masing-masing memiliki akal budi dan kesadaran masing-masing, berarti saat itu, ada 5 milyar idea dan pandangan tentang dirinya dan orang lain yang sudah pasti akan menimbulkan konflik dari yang level micro hingga macro.


Berbeda dengan hewan yang berkoloni seperti semut, lebah, atau hewan yang lebih individual seperti anjing, kucing, dll. Mereka bergerak berdasarkan insting, tidak memiliki akal budi, dan mungkin tidak memiliki konsep “self” didalam diri mereka. Maka kita lihat mereka jarang sekali berkonflik, apalagi terjadi konflik antar spesies.


Kalau kita tarik lagi kebelakang, sebuah nature dan konsep dari “konflik” itu sendiripun tidak objektif tapi subjektif (mirip dengan ketersinggungan). Buat rakyat Israel dan Palestina yang sedang berperang, “konflik” itu lebih nyata dibanding yang dirasakan oleh rakyat Indonesia. Dan bahkan mungkin di pedalaman atau yang kurang terpapar oleh berita internasional, Perang tersebut tidak ada sama sekali di dalam benak mereka, dan mereka tidak merasakan dan tidak berempati karena ketiadaan informasi tersebut.


Kesimpulannya, menurutku yang terbaik saat ini adalah 'wait and see' saja. Kita harus menyelesaikan konflik ini secara prioritas. Mulai dari menyelesaikan konflik yang terdekat dengan kita dulu. Dengan pasangan, anak dan orang tua. Konflik keuangan, dan masih banyak lagi, baru kita bisa meng-exercise diri kita untuk memikirkan konflik yang lebih besar lagi.


Terdengar simple tapi hal ini susah loh untuk dilakuin. Sangat susah bahkan aku sendiri menulis tulisan ini sambil berpikir “ngapain aku nulis perang dunia ke 3, ketika aku sendiri masih banyak masalah dalam hidup, banyak cita-cita dan keinginan yang harus dicapai, daripada mikirin hal ini”


hahaha, kocak.. tapi begitulah manusia, pikiran kita sangat liar.


Sebenarnya jika kita gali lebih dalam lagi, konflik yang terbesar itu terjadi di dalam diri kita sendiri. Contohnya apa? ya, tulisan ini sendiri merupakan ringkasan singkat dari konflik yang terjadi di pikiranku sendiri.



Yedijaluhur,

2024

0 views0 comments

Recent Posts

See All

Comments


bottom of page