Bertahan hidup di tengah pandemi coronavirus

Updated: Apr 1


illustrasi memotret api karena ga ada kerjaan

Job dicancel?

Job direschedule?

Tidak ada job masuk? Saat ini adalah saat yang sulit untuk menjadi freelancer fotografi. Selain fotografi ini sendiri adalah sebuah kebutuhan tersier, ditambah salah satu pekerjaan kita adalah berinteraksi dengan orang lain, dengan team, model, klien, dan lain-lain yang menjadi subjek yang akan kita foto.


Saya sudah mendengar banyak sekali teman saya, terutama yang biasa mengerjakan fotografi event, korporate, dan wedding sedang mengalami salah satu masa tersulit dalam pekerjaannya. Buat beberapa orang yang sudah freelance selama bertahun-tahun saya yakin kalian bisa bertahan, setidaknya sampai 6 bulan sampai 1 tahun kedepan, karena biasanya kita sudah terbiasa menerima project dengan tenor pembayaran yang lama (misalnya wedding, yang jarak pembayarannya terkadang bisa mencapai 6 bulan atau lebih), yang mengharuskan kitabelajar unutk me'manage keuangan kita, sehingga saat project tersebut berjalan, kita masih ada dana untuk produksi.


2019 @kalimantan ; diambil sekitar pada bulan yang sama seperti sekarang tepat 1 tahun lalu

Saat ini pemerintah mengeluarkan imbauan yang mengharuskan kita melawan kodrat kita sebagai mahkluk sosial, yaitu social distancing. Mengeluh?! Menurut saya justru ini adalah salah satu momen untuk kita bisa berkenalan dengan diri kita sendiri, mengenal diri kita lebih lagi, kelebihan dan kekurangan, peluang-peluang baru yang akan terbuka setelah pandemi ini berakhir, dst. Jika saya mengutip salah satu frase dari fotografer terkenal di Indonesia yaitu "Jangan cengeng !" disinilah justru survival skill kita diuji, belajar dari masa lalu, dan melihat kedepan. "Jangan mengeluh terhadap keadaan disekitar !!"

Kata-kata diatas terngiang-ngiang dengan sangat jelas dikepala saya. Karena saya melihat banyak sekali orang yang mengeluh terhadap ini itu terutama di social media. Mengeluh orang indonesia begini-begitu, orang-orang pada bandel ga bisa dibilangin, banyak yang mencari keuntungan disaat seperti ini tanpa memperhatikan empati, dll. Saya sendiri, sebagai salah satu pengikut aliran filosofi Stoic, saya percaya, kontrol tersebut ada di dalam diri kita, bukan dari keadaan sekitar, apalagi orang lain. Selain itu dengan kita bisa menenangkan diri kita sendiri, mental kita juga menjadi lebih sehat yang berefek tubuh kita jadi lebih sehat, dan memiliki immune tubuh yang bagus untuk menghadapi saat-saat sekarang ini.


Balik lagi ke topik utama, yaitu bagaimana pandangan saya sebagai freelancer dan juga memiliki usaha foto studio, menghadapi tantangan ini.


Summarecon mal serpong ; Taken with 5D iv and 16-35mm

Foto diatas ini saya ambil H-1 sebelum pemerintah setempat menyarankan untuk menutup semua tempat perbelanjaan. Keadaan sewaktu itu sudah sangat sepi sekali padahal masih sekitar jam 6 sore.

1. Landscape perbisnis'an di Indonesia akan berubah, and its in a good way Himbauan pemerintah yang WFH ini, saya sendiri percaya bisa sampai berbulan-bulan berdampak pada kehidupan psikis sosial kita sebagai masyarakat. Banyak usaha yang mau ga mau harus go online dan go virtual mau bagaimanapun caranya setidaknya selama beberapa bulan kedepan, (sekaligus mempercepat program industri 4.0 dari pemerintah) karena disaat sekarang ini kebanyakan orang sedang menghindari pertemuan sosial.


Berbulan-bulan melakukan hal ini, akan membuat orang menjadi nyaman, dan mungkin beberapa dari mereka yang sudah nyaman dengan Work From Home, tidak mau kerja kantoran lagi, karena mereka bisa membuktikkan kalau bisa bertahan tanpa harus bekerja yang membutuhkan banyak kontak fisik.



Foto diatas ini diambil saat masih awal-awal corona belum terlalu hype di indonesia, setelah project itu selesai, saya pun tidak banyak menerima project lagi karena saran pemerintah untuk stay dirumah aja.


2. Tetaplah berkarya, apapun yang terjadi, atau setidaknya teruslah belajar. Hati-hati sama gear kamera kalian, karena jika tidak dipakai selama berhari-hari, akan cepat berkarat. Setidaknya kita bisa mencoba untuk latihan foto product, barang2 yang ada di dekat kita, atau ajak teman kalian untuk berfoto (tentunya jangan ramai-ramai) dan tetap menjaga jarak (social distancing) jika memang memungkinkan. Jika kita sedang tidak memiliki project, buatlah project itu sendiri. Kalian bisa mulai belajar secara online, ataupun membeli buku, perbanyak referensi, dll. Disaat seperti inilah, kita bisa mengasah skill technical dan teori kita tentang fotografi dan editing juga.


Saya sendiri memanfaatkan momen ini untuk belajar tentang stock market, belajar hal diluar fotografi yang kemungkinan akan berguna juga dikemudian hari. Selain itu saya juga melanjutkan project yang dari dulu sudah terbengkalai, yaitu membuat preset lightroom untuk mobile dan lightroom classic juga. Bisa di cek juga DISINI YA kalau mau informasi nya lebih lanjut.



Terus semangat ya teman-teman. Baik kalian sebagai fotografer profesional, maupun yang hanya hobby saja. Badai ini pasti akan berlalu dan ketika semua nya sudah berjalan lagi, kita yang bisa bertahan ini akan berkali-kali lipat project nya. Tetep dirumah kalau memang ga perlu-perlu amat, dan jika memang keluar, hindari bersosialisasi dengan orang lain terlebih dahulu untuk saat-saat sekarang ini.


Social Circle ; diambil waktu keadaan mal sangat sepi sekali karena covid-19



11 views
  • https://www.instagram.com/yedijaluhu
  • YouTube - Black Circle
  • Facebook - Black Circle