top of page

Peraturan Absurd di dunia Fotografi di Indonesia



Aku mau marah2 di postingan kali ini, kasi argumen dan sekaligus solusinya. Yang mau berdebat atau kasi counter argumen, silahkan lanjut di kolom komentar.


Artikel ini ditujukan, utamanya buat para pembuat kebijakan. Khususnya, untuk pengelola kawasan, baik itu gedung, taman, atau security / perusahaan security yang terkait.

Intinya, peraturan kalian tentang “TIDAK BOLEH MEMOTRET MENGGUNAKAN KAMERA PROFESSIONAL” Itu absurd !! dan itulah salah satu alasan fotografi tidak terlalu berkembang di Indo. 


Buat para fotografer, terutama street, kalian pasti sudah sering banget mengalamin hal ini. Aku pun selama 15 tahun memotret, sudah puluhan kali bertengkar dengan security setempat, preman, maupun pengelola kawasan tentang ketentuan tidak boleh memotret ini. 


Jadi kamera professional itu definisi kalian seperti apa sih? Kok kalau pakai HP boleh, pakai mirrorless/SLR ga boleh? 


Emang mirrorless professional? 

Justru pake mirrorless itu sulit buat dapet bagus, harus belajar segitiga exposure, operating camera, dll. Beda dengan HP yang instant bagus karena sudah pakai AI, dll.. HP sekarang kualitasnya sudah mumpuni, bahkan bisa mengalahkan kamera yang harganya ratusan juta dengan sekali touch saja, dibandingkan sama operator kamera ratusan juta yang baru pertama kali pegang.


Jadi batasannya apa? Harga kah? 

BRO… kamera mirrorless, SLR itu banyak banget yang murah2, dibawah 10 juta aja sekarang sudah banyak. Sedangkan HP yang harganya bisa sampe 20an juta dibiarin aja.. Situ sehat ?!

 

Bentuk? ukuran sensor? Atau mau apa lagi definisi absurd yang kalian mau pake untuk professional? 

Eh, atau maksudnya professional dalam kerjaan, alias ada nilai komersialnya disana? BRO.… mau buktiin apa, kalau emang lagi belajar foto, ataupun yang memang cuma hobi aja motret2 pake kamera yang lebih bagus dari HP. Apa perlu kalian bikin peraturan buat kasi liat invoice kalau beneran komersil? HUH ?!

Trus kalau alasannya ga boleh untuk komersial, emang sekomersial apa buat kebanyakan kita yang cuma hunting foto sama2 belajar, atau kolaborasi sama model (yang satu belajar pose, yang satu belajar motret). Bukannya yang pakai HP itu malah nilai komersialnya tinggi? cek itu vlogger2 yang di tempat umum seperti mall, cafe, taman yang ngerekam dan dikomersialkan. Yang endorse fashion numpang di tempat yang kalian larang buat komersial !! Berapa itu nilai projectnya? bisa sampai puluhan bahkan ratusan juta. 


MASA PAKE KAMERA YANG BENTUKNYA BEDA DIKIT DARI HP AJA DILARANG ?! ABSURD !!


Yes2 gw paham kok, mungkin takut disalah gunakan untuk shooting film yang pakai peralatan banyak, bikin tent, reflektor, curi listrik.. Ya emang bener harus diatur, TAPI MASA KALIAN GA BISA BEDAKAN SAMA ORANG YANG CUMA DATANG BER 2 BER 3 CUMA BAWA DIRI SAMA KAMERA YANG GEDENYA NGGA SAMPE 1 TAS SIH? HUH?!


Yes2 oke gw juga paham, banyak kok emang oknum fotografer yang membuat lokasi tersebut terpaksa harus membuat peraturan tersebut, mereka mengganggu public. Gw SETUJU BANGET harus tegas sama mereka & peringatin mereka kalau mereka menganggu public, kalau perlu bawa ke kantor pengelola buat ditegur kalau emang mengganggu public atau ada yang merasa terganggu. 


CUMA YA CARANYA BUKAN BIKIN PERATURAN YANG DISAMARATAKAN BUAT SEMUA YANG MEMBAWA KAMERA  “PROFESSIONAL” 

Kan kita semua yang jadi repot.. Sedangkan pemotret pake HP yang jumlahnya lebih banyak itu justru lebih mengganggu seringkali, ngerekam bocor sana-sini, dan sebagainya. Belum citizen jurnalism yang seringkali bikin tempat kalian malah namanya jadi jelek karena kebawa2.


FOTOGRAFER MANA PERNAH SIH BIKIN LOKASI FOTONYA NAMANYA JADI JELEK? YANG ADA JUSTRU KITA MEMBANTU PROMOSI LOKASI TERSEBUT SECARA NGGA LANGSUNG KE KHALAYAK PUBLIC !! 

Kita Sebagai fotografer itu Justru malah mostly cari yang sepi, bahkan kalau ada bocor orang, kita hilangin, bocor brand yang keliatan banget juga dhilangin, dan masih banyak lagi.

Ini aku belum bahas gimana kalau pungli loh, yang lebih banyak lagi. Belum bahas juga tentang public space vs private space. Sudah cukup segini dulu marah2nya.


Solusi nya? SIMPLE 


“Dilarang melakukan kegiatan Photo & Video yang mengganggu Public” 


“Untuk keperluan shooting komersial, harap lapor ke pihak pengelola” (ini kalau untuk private space, dan kemungkinan besar akan mengganggu public, nutup jalan, bikin tenda, dsb) 

Kalau memang ada kegiatan tersebut mengganggu public, ya peringatin mau dia paka HP kek, mirrorless kek, sendiri, atau group kek, dll..


Kalau ngga yakin ini buat komersial ngga, ya tanya dulu, bukan main langsung larang gitu, kan mood foto jadi jelek. Mood yang jelek udah males bikin hasil karya.

17 views0 comments

Comments


bottom of page